DIVISI VOKAL “Andalaswara”

Biografi Singkat Andalaswara

Andalaswara didirikan pada tahun 1993. Pada saat pendirian, nama “Andalaswara” belum digunakan, namun menggunakan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Andalas yang disingkat dengan PSM Unand. Pada awalnya pendirian PSM Unand hanya untuk memenuhi kebutuhan prosesi protokoler universitas, seperti wisuda dan dies natalis saja. Kemudian, anggota menyadari bahwa latihan dan proses pembelajaran rutin akan bermanfaat dalam artian seluas-luasnya. Atas kesadaran tersebut maka sejak 1994 dimulailah latihan rutin PSM. Partisipasi pertama PSM Unand dalam event kejuaraan adalah pada Pekan Seni Mahasiswa tingkat Nasional ke 2 di Surakarta. Karena perlombaan vokal yang ada di Peksiminas adalah lomba vokal grup, maka sudah tentu tidak semua anggota PSM Unand yang diutus ke ajang tersebut, hanya perwakilan dari PSM Unand saja.

Sejak saat itulah, PSM Unand sering berpartisipasi dalam berbagai pertunjukan dan kejuaraan, dan sejak 1999, mulai meraih berbagai gelar. Gelar terakhir yang diterima oleh PSM adalah Juara II Lomba Vokal Grup Mahasiswa se-Indonesia pada Pekan Seni Mahasiswa tingkat Nasional ke-8 di Makassar 2006.

Nama PSM Unand kemudian diganti menjadi Andalaswara, beberapa saat sebelum undangan dari the Panitia Penyelenggara The 1st Asian Choir Games diterima pada akhir Februari 2007. Menyadari demikian besarnya potensi yang ada, maka manajemen Andalaswara memutuskan untuk berpartisipasi dalam ACG di saat undangan diterima.

Beberapa hari setelah undangan diterima, manajemen Andalaswara kemudian membulatkan tekad untuk mengikuti ajang ACG karena event tersebut merupakan suatu kesempatan emas untuk mengharumkan nama Indonesia dan Sumatera Barat pada khususnya.

Perjalanan dalam memberangkatkan Andalaswara ternyata sebuah kerja keras yang besar dan berat. Namun karena berbekal niat tulus dan motivasi serta dedikasi yang baik, tim ini berhasil berangkat ke kejuaraan vokal ini. ACG sendiri diikuti oleh 74 negara di kawasan Asia Pasifik dan membuka 21 kategori yang salah satunya adalah folklore; kategori yang diikuti oleh Andalaswara. Ternyata kerja keras dan dedikasi serta pengorbanan yang besar dari segenap anggota Andalaswara membuahkan hasil dengan diraihnya Golden Diploma pada Asian Choir Games 2007.

Berbekal besarnya potensi serta antusiasme berbagai stakeholder, maka Andalaswara kemudian memutuskan untuk mengikuti The 5th World Choir Games Graz Austria yang akan berlangsung pada tanggal 9 – 19 Juli 2008. Namun karena masalah finansial dan masalah lainnya, maka Andalaswara tidak jadi untuk mengikuti acara tersebut.

Gelar terakhir yang diterima oleh Andalaswara adalah Juara I pada event Pekan Seni Mahasiswa Nasional X (PEKSIMINAS X) yang dilaksanakan pada tanggal 24-29 Juli 2010 di Pontianak, Kalimantan Barat. Juara I yang didapatkan ini tidaklah mudah. Karena harus melalui beberapa tahap. Dimulai pada Pekan Seni Mahasiswa Daerah di Universitas Bung Hatta, Andalaswara mengirimkan perwakilan Vocal Group yang terdiri dari 4 orang laki-laki, 5 orang perempuan sebagai penyanyi dan ditambah seorang pemusik. Pada acara tersebut aransement lagu wajib vocal group andalaswara terpilih untuk diperlombakan pada PEKSIMINAS. Dan juga vocal group andalaswara mengirimkan 4 orang perwakilannya untuk PEKSIMINAS tersebut.

Segenap manajemen Andalaswara mengucapkan terimakasih kepada segenap pihak yang telah membantu dan mendukung Andalaswara selama ini dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing baik secara moril maupun materil. Andalaswara juga ingin mengungkapkan bahwa sebenarnya ucapan terimakasih masih jauh dari cukup guna menghargai bantuan dan dukungan para pihak yang telah membantu selama ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: